Karakter Bos Yang Akan Kamu Hadapi di Kantor

Atasan yang kamu hadapi

Kamu yang pernah bekerja untuk suatu perusahaan pasti pernah menghadapi bos atau atasan yang memiliki berbagai macam karakter dan sifat. Tentunya ada yang baik dan membuat kamu bekerja dengan nyaman namun ada juga yang membuat kamu “menderita” saat bekerja. Nah, Berikut ini adalah berbagai macam sifat dan karakter bos yang akan kamu hadapi di dunia kerja.

Karakter Bos di Kantor yang Narsis

Ada beberapa orang yang ngerasa dirinya itu Tuhan. Ya mereka ada kok. Itu karena narsisme dan halusinasi yang mereka miliki dengan menampakan bahwa mereka adalah yang paling benar dan yang lain salah. Mungkin mereka memiliki suatu figur model yang terlalu tinggi yang dimana mereka merasa bahwa mereka ingin menjadi figur model tersebut. Figur model tersebut ditiru karena mereka menghasilkan karya karya yang populer dan disukai banyak orang. Ciri cirinya adalah mereka suka mengatur hal hal kecil saat bekerja, kurang suka berkomunikasi dengan bawahannya dan tidak suka direndahkan dan tidak dihargai. Namun cara mereka berpikir seperti itu salah, menyebabkan miskomunikasi dan bisa membahayakan bagi kesehatan mental banyak orang di perusahaan di tempat mereka bekerja.

Baca Juga : Laptop Gaming Murah yang Bisa Kamu Dapatkan.

Karakter Bos di Kantor yang “Machiavellian”

Atasan yang “Machiavellian” adalah seseorang yang melihat semesta sebagai piramida besar yang harus didaki. Mereka mengalokasikan pengetahuan yang mereka miliki untuk mengejar kekuasaan secara kejam. Mereka tidak peduli etis atau tidaknya suatu cara untuk meraih hal hal yang mereka inginkan. Mereka pada dasarnya adalah orang yang pintar dan hal-hal yang mereka tidak tahu sama sekali adalah hal hal yang tidak penting bagi mereka misalnya kesehatan mental bawahannya atau objek yang menjadi tujuan perusahaan. Mereka pada dasarnya akan menyingkirkan siapapun yang menghalangi tujuan mereka sendiri. Seperti atasan yang narsis, mereka sangat serius dengan persepsi tentang diri mereka dan pada dasarnya hanya ingin mendengar apa yang mereka mau dengar saja dan tidak jarang mengambil kredit hasil kerja bawahannya sendiri.

Karakter Bos di Kantor yang Sadis

Atasan yang sadis adalah atasan yang pada dasarnya senang menyiksa bawahannya sampai tujuan yang dihasilkan oleh bawahannya tercapai dengan sempurna. Mereka pada dasarnya perfeksionis yang suka menyiksa bawahannya dengan cara memberikan pekerjaan yang sebenarnya di luar tanggung jawab mereka agar mereka bisa lebih efisien secara waktu dan tenaga dalam memberdayakan bawahannya agar mencapai tujuannya. Atasan seperti ini biasanya menekan sampai dimana batas kemampuan bawahannya hingga akhirnya tujuan sendiri tercapai. Untuk menghadapi atasan seperti ini kita harus selalu siap siaga ketika dibutuhkan dan harus menyelesaikan pekerjaan yang ia berikan secara cepat agar ia dapat memberikan pekerjaan lagi kepada bawahannya dan pada akhirnya ia akan memperhatikan kinerja bawahannya dan mulai menghargai hasil kerja yang dihasilkan oleh karyawannya tersebut.

Karakter Bos di Kantor yang Masokis

Bicara soal masokis tidak berarti mereka suka disiksa oleh orang lain namun mereka pada dasarnya kurang percaya diri dengan kemampuan yang mereka miliki dan hingga pada akhirnya mereka bekerja ekstra keras untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan. Biasanya atasan yang masokis hanya akan menarik perhatian bawahan yang pemalas dan yang pemalas pun pada akhirnya akan memberikan affirmasi yang berlebihan kepada atasannya. Namun atasan yang masokis pada dasarnya bukan lah seorang pribadi yang bodoh. Mereka pada dasarnya lebih suka mengerjakan segala hal sesuatu sendiri dan punya masalah kepercayaan pada orang lain. Mereka lebih percaya bahwa “kalau mau hasil yang sempurna tercapai, lebih baik kerjakan sendiri”

Baca Juga : Cara Manajemen Waktu Paling Efektif untuk Orang Sibuk

Karakter Bos di Kantor yang Paranoid

Bos yang satu ini adalah kebalikan dari bos yang narsis. Apabila atasan yang narsis terlalu percaya diri dengan keputusan yang mereka ambil lewat imajinasi mereka, maka bos yang paranoid adalah yang terlalu pesimis dengan keputusan yang mereka ambil. Semua yang dianggap oleh bos yang paranoid adalah sebagai ancaman. Jika ia merasa tidak suka kepada bawahannya dan ia merasa terganggu dengan kehadiran bawahannya walau bawahannya tidak melakukan apa-apa, maka ia tidak akan segan segan akan menyingkirkan bawahannya tersebut tanpa dengan alasan yang jelas dan dibuat buat. Cara menghadapi atasan yang seperti ini adalah dengan komunikasi secara personal dengan berbicara tentang apa yang ia takutkan.

Karakter Bos di Kantor yang Enggan atau Gabut

Beberapa orang yang beruntung sebenarnya tidak ingin jadi atasan namun lebih tertarik dengan benefit yang didapat jika menjadi seorang atasan. Banyak atasan yang begini yang sebenarnya tidak ingin dengan tanggung jawab yang mereka emban sebagai seorang atasan. Mereka dulunya adalah karyawan yang bersemangat bekerja namun dikarenakan politik kantor yang ada, mereka jadi enggan untuk bekerja lebih keras dan malas untuk memikul tanggung jawab yang telah diberikan. Mereka pada dasarnya adalah mereka yang benci dengan pekerjaan mereka namun masih ada tanggungan yang mereka hadapi.

Karakter Bos di Kantor yang Tidak Siap Untuk Jadi Bos

Lebih baik memiliki atasan yang gabut daripada memiliki atasan yang satu ini. Karena setidaknya mereka tahu untuk mengendalikan apa yang terjadi. Mereka adalah atasan yang pada dasarnya tidak memiliki pengetahuan untuk mengendalikan suatu krisis, kondisi lapangan, dan mengatur orang namun mendapat kesempatan menjadi atasan karena pendidikan yang mereka punya dan kharisma yang mereka miliki. Pendidikan yang mereka punya mungkin menjadi alasan utama mengapa mereka menjadi atasan. Mereka hanya menjalankan tugas namun tidak menginspirasi dan sekali sekali membantu bawahannya sendiri untuk bekerja lebih keras dan lebih senang berkomunikasi dengan sesama atasan.

Karakter Bos di Kantor yang “Bersahabat”

Siapa sih yang tidak ingin seseorang atasan menjadi teman atau sahabat kita? Tentunya atasan yang menjadi teman kita menjadi sebuah keberuntungan bagi kita namun hal tersebut juga memiliki kekurangan tersendiri. Misalnya hubungan personal dan profesionalitas jadi tercampur baur sehingga berakibat menggangu kinerja suatu pegawai di perusahaan. Mungkin ia menjadi sahabat adalah salah satu cara atasan agar ia lebih mendengar masukan dari bawahan bawahan yang ia tangani namun tentunya harus ada batasan agar hubungan atasan dan bawahan tersebut tidak dimanfaatkan oleh kedua belah pihak. Untuk menghadapi atasan yang seperti ini ada baiknya tetaplah bersahabat namun harus diberitahu bahwa ada batasan yang harus dijaga agar profesionalitas dalam perusahaan tidak terganggu sama sekali dan bias dalam penilaian pekerjaan tidak terjadi.

Baca Juga : Cara Menghilangkan Ngantuk saat Zoom Meeting

Karakter Bos di Kantor yang Baik

Atasan yang terakhir adalah atasan yang baik namun kita punya perspektif sendiri dengan atasan yang baik itu seperti apa. Dari pengamatan penulis sendiri atasan yang baik adalah atasan yang menginspirasi bawahannya untuk bekerja lebih keras namun tidak memanfaatkan bawahannya secara berlebihan dan tahu batasan kemampuan dan tanggung jawab yang diemban oleh bawahannya sendiri. Atasan yang baik adalah atasan yang memiliki empati namun selalu tidak luput dari informasi perkembangan bisnis yang dijalankan oleh perusahaan dan berusaha meneliti apa yang bisa membuat performa perusahaan jadi lebih baik. Ia bersahabat namun tahu batas hubungan antara atasan dan bawahan sendiri agar profesionalitas dalam suatu perusahaan dapat terwujud.

You Might Also Like

Leave a Reply

Back to top