Cerita Horor Saat KKN di Ciamis

cerita horor kkn
cr. uzone

Cerita horor ini terjadi pada 2015 silam memasuki waktu untuk aku ikut dalam kegiatan kuliah kerja nyata atau disingkat KKN dari kampusku. Karena KKN ini melibatkan banyak mahasiswa dari berbagai fakultas dan jurusan dan masing-masing kelompok berisikan 20 orang lebih dan kami harus menetap selama satu bulan lamanya, maka kami diharuskan untuk menyewa satu rumah tepatnya kami kebagian di daerah ciamis. 

Awalnya tidak terjadi apa-apa, rumah yang kami tempati pun cukup nyaman dengan 2 lantai yang kemudian dibagi lantai 1 untuk laki-laki dan lantai atas untuk perempuan. Biasalah, kalau anak laki pasti bawa PS agar tidak bosan karena selama tinggal di daerah kami jauh dari mall bahkan untuk sekedar ke indomaret aja jaraknya cukup jauh. 

Baca Juga : Kisah Horor Rumah Angker Tak Berpenghuni

Minggu ke-2 disana mulai terasa aneh dan ada yang tidak beres Ketika kami sekumpulan anak cewe pulang dari masjid sehabis magrib melewati rumah pa kuwu (kepala desa) temanku sebut saja dia oci mukanya berubah pucat saat kami sampai dirumah penginapan kami. 

Katanya, dia melihat pa kuwu sedang memandikan seorang wanita dengan air kembang seperti sedang melakukan ritual yang tidak kami mengerti. Ah, sudahlah kami mencoba untuk positif thinking saja karena bagaimanapun itu bukan ranah kami untuk ikut campur, apalagi kita ini hanya tamu disini yang menumpang selama sebulan untuk proses syarat agar lulus kuliah. 

Sialnya, semenjak itu kejadian aneh terus datang sampai-sampai si oci ini minta pulang terus padahal kegiatan KKN masih sisa 1 minggu lagi tapi dia terus-terusan sakit dan katanya gajelas karena istri pa kuwu ini seorang bidan maka oci di periksa oleh beliau dan katanya tidak kenapa-kenapa tapi oci terus-terusan mengeluh sakit, entah itu pusing, mual dan ga enak badan, dan akhirnya diapun di izinkan pulang kerumahnya. 

Dua hari setelah oci pulang, ketua kelompok kami yang giliran sakit, dia benar-benar lemas tidak bisa bangun karna aku cukup dekat dengannya jadi aku yang mengurus dan merawat ketua kelompokku. 

Ketua kelompokku ini Namanya ibra, sedari pagi dia tidur hanya bangun Ketika dia harus makan karna diharuskan minum obat dan Ketika dia mau buang air kecil dan tentu saja aku yang menyuapinya makan dan memapahnya ke kamar mandi. 

“ibra, lo liat apasih diatas?” tanyaku, saat sadar ibra sudah bangun dan matanya hanya menatap ke langit-langit diatap rumah. Tapi, ibra tidak menjawab apa-apa hanya diam dan memandang ke atas. 

Sempat aku takut karena berpikir ibra kerasukan melihat mukanya yang pucat pasi dan diam terus tapi syukurlah tiga hari setelahnya dia sembuh dan sudah Kembali ceria seperti biasa. 

Sekarang aku sedang duduk didepan teras sambal Menyusun kegiatan apa yang harus dilakukan didesa ini untuk kegiatan perpisahan kami. Ibra datang duduk disampingku. 

“mon, waktu itu gua liat lu lagi ngurus orang sakit, baik banget dah” mataku membulat, apa maksudnya? 

“hah? Lu liat dimana?” tanyaku kaget 

Ibra menunjuk ke atap langit rumah, “dari atas sana” jawabnya tanpa beban sedangkan mukaku sudah pucat pasi. Sialan, yang benar saja selama aku merawatnya berarti itu bukan dirinya? 

You Might Also Like

Leave a Reply

Back to top