Awasi Rating dan Pola Anak Dalam Bermain Game!

Kehidupanbiasa

Dewasa ini video game sudah menjadi gaya hidup untuk kebanyakan orang, berbagai macam game diproduksi untuk memenuhi kebutuhan hiburan baik untuk orang dewasa maupun anak-anak. Oleh karena itu industri video game sepakat untuk membuat klasifikasi rating dari setiap game yang mereka buat. Rating ini sendiri bertujuan untuk memberitahukan isi content dari gim mereka.

Namun masih banyak orang di Indonesia yang beranggapan bahwa video game dibuat hanya untuk anak-anak, sehingga banyak orang yang menganggap remeh untuk masalah klasifikasi rating tersebut.

Sebelumnya saya akan bertanya kepada anda, sebagai orang tua rela kah anda apabila anak-anak anda menonton film untuk orang dewasa? Pasti jawabannya, tentu saja tidak. Lalu kenapa anda rela membiarkan anak-anak anda bermain game yang semestinya dimainkan oleh orang dewasa?

Oleh karena itu pentingnya melek akan pengetahuan mengenai apa yang disuka anak adalah bentuk tanggung jawab anda sebagai orang tua.

Baca Juga : Definisi Parenting dan Jenis-Jenisnya

Selalu Batasi Waktu Anak dalam Bermain Game

Bermain video game memiliki hal positif seperti, mengasah kreatifitas dan mengasah bahasa asing. Namun Sering kali anak-anak larut dalam bermain game.

Kecanduan dalam bermain game dapat menimbulkan hal-hal negatif seperti halnya anti social. Dan lebih parahnya lagi, anak-anak dapat menirukan apa yang ada pada video game dalam kehidupan nyata.

Oleh karena itu pengawasan orang tua dalam membatasi waktu anak bermain game sangatlah penting

Ketahui Game yang Sedang Dimainkan

Sebagai orang tua, anda wajib untuk mengetahui game apa saja yang sedang dimainkan oleh anak anda. Apakah isi konten dari game tersebut aman untuk anak anda? Apakah isi konten game tersebut dapat dicerna baik oleh anak anda?

Apabila anak anda memainkan game yang tidak sesuai dengan umurnya, anda berhak untuk melarangnya sebagai orang tua.

Ketahui klasifikasi pada Video Game

Kita semua pasti pernah melihat label rating berdasarkan usia ditampilkan sebelum acara TV, label semacam itu juga ditampilkan pada video game.

Untuk apa? Jelas, pertama, label pada video game berfungsi untuk memberi tahu konsumen bahwa isinya mungkin tidak diperuntukkan bagi anak-anak.

Bahkan di banyak negara, seseorang harus menunjukkan ID saat membeli game. Berikut berbagai sistem peringkat yang digunakan oleh banyak negara untuk memberikan label game konsol dan PC.

Saya akan menjabarkan contoh game dan isi konten apa saja yang ada pada setiap klasifikasi rating dalam game tersebut berdsarkan badan pengawas video game yang berbasis di Amerika Serikat (ESRB).

Rating EC (Early Childhood)

Early Childhood adalah game yang bertemakan anak-anak balita, biasanya game ini dikemas dengan karakter yang lucu dan merupakan game interaktif yang bertujuan untuk merangsang sistem motorik anak. Contoh game untuk klasifikasi EC (Early Childhood) adalah My Talking Tom.

Rating E (Everyone)

Super Mario Bros Deluxe pada nintendo switch dapat dikatakan game klasifikasi E (Everyone), artinya dapat dimainkan oleh siapa saja. Biasanya game-game ini dikemas secara fun dan dapat dimainkan secara bersama-sama tanpa ada konten yang mengganggu.

Rating E 10+ (Everyone)

Banyak yang bertanya apa bedanya klasifikasi E dan E10? Rating E10 diperuntukan untuk anak-anak berusia 10 tahun ke atas. Pada rating ini biasanya game akan mengandung tema fantasy dengan visual kartun yang dibumbui unsur pertarungan-pertarungan, layaknya pahlawan dan penjahat. Untuk game pada rating ini kita bisa berkaca pada Kingdom Hearts

Rating T (Teen)

Game pada rating remaja atau T (Teen). Biasanya pada rating ini game mengusung tema fantasy namun lebih realistis secara visual. Game mengandung konten pertarungan dengan kekerasan namun minim akan darah. Biasanya setelah kalah dari pertarungan musuh akan menghilang secara sendirinya, sehingga tidak terlalu mengganggu dengan konten gore. Contoh game pada rating T ialah ini seperti Destiny.

Rating M (Mature)

Game pada rating adult ditujukan untuk orang-orang yang berumur 17 tahun ke atas. Game ini mengandung konten konten yang tidak layak dikonsumsi oleh anak-anak, seperti kekerasan, pembunuhan, gore dan kata-kata kasar. Contoh dari game ini adalah Watch Dog.

Rating A (Adult)

Sedangkan game pada rating adult ditujukan untuk orang-orang yang berumur 18 atau 21 tahun ke atas, tergantung dari negara masing-masing. Game ini mengandung konten konten yang sangat tidak layak dikonsumsi oleh anak-anak, seperti kekerasan, pembunuhan, gore, kata-kata kasar, sexual content yang benar-benar “nudity” dan juga obat-obatan terlarang. Contoh dari game ini adalah Grand Theft Auto, yang lebih dikenal dengan sebutan GTA.

Dari sini anda bisa mengetahui bahwa game tidak hanya dibuat untuk anak-anak. Namun banyak game diluar sana yang mengandung konten yang tidak layak dimainkan oleh anak-anak.

Baca Juga : 5 Game Terbaik yang Bisa Dimainkan Bersama Keluarga

Walau begitu, dengan pengawasan ketat. Anda dapat mencegah hal-hal yang tidak layak untuk buah hati anda. Ini juga adalah salah satu unsur dari parenting. Intinya adalah tetap awasi apa saja yang dilakukan dan dimainkan oleh buah hati anda.

You Might Also Like

One Comment

  1. Harun

    Terima kasih atas infonya

Leave a Reply

Back to top